Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat
Hillary Clinton menyampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
bahwa AS berkomitmen mendukung keketuaan Indonesia pada Forum Kerja Sama
Ekonomi Asia Pasifik 2013.
Dukungan itu, menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa
diungkapkan Menlu Hillary saat diterima Presiden Yudhoyono di Kantor
Presiden, Jakarta, Selasa.
"Juga dibahas dan disampaikan dukungan AS terhadap keketuaan
Indonesia di APEC 2013 karena sebagaimana diketahui, Indonesia akan
bertindak sebagai ketua APEC pada 2013. " kata Marty.
Marty melanjutkan, dalam dua hari mendatang Presiden Yudhoyono juga akan bertolak ke Rusia untuk mengikuti KTT APEC.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Marty juga mengungkapkan,
Menlu AS menyampaikan apresiasi kepada Presiden Yudhoyono atas perannya
dalam memastikan kemajuan proses reformasi dan demokratisasi di Myanmar.
Selain itu, AS juga mengapresiasi peran Indonesia dalam menanggapi
dan menangani konflik yang terjadi antara etnis Rohingnya dengan Rhakine
di Myanmar.
"Di sini, sekali lagi, AS menyampaikan apresiasi atas posisi
Indonesia yang sangat terukur dan betul-betul menampilkan kepedulian
berdasarkan fakta yang berkembang di lapangan," kata Marty.
Menlu Hillary juga menyampaikan apresiasi terhadap posisi Indonesia dalam menengahi masalah Laut China Selatan.
"Apresiasi dari pemerintah AS atas peranan Indonesia dalam mengelola
masalah ini, pertahankan keutuhan ASEAN, mendorong adanya pencapaian
yang dinamakan `code of conduct` dan penekanan agar masalah ini dapat
dikelola dengan baik, terutama menjelang penyelenggaraan KTT ASEAN dan
ASIA Timur di Phnom Penh, pada November 2012," katanya.
Sementara itu, kunjungan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton ke
Indonesia selama 3-4 September ini, merupakan salah satu rangkaian
kunjungan kerjanya di Kawasan Pasifik.
Hillary Clinton setelah dari Indonesia, diagendakan bertolak ke China, Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Ia kemudian akan menuju Wladivostok, Rusia, untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi para pemimpin ekonomi APEC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar